Mentari

POSTED ON: Wednesday, January 12, 2011 @ 10:48 AM | 0 comments

Something that I read which drove me to tears today:
Saya ingin sekali menjadi mentari dalam hidup awak. Nak tahu kenapa?
Kerana sang mentari yang memberi sinar & menghidupkan sang bunga serta segala hidupan di bumi.
Yang membuat sang bunga mekar berkembang & menjadi pujaan sang kumbang.
Sang mentari sedar, tidak mungkin baginya untuk berdamping dengan sang bunga, sebagaimana sang kumbang.
Namun, tetap ia memberikan sinarnya setiap hari pada sang bunga, agar sang bunga dapat mekar sentiasa.
Itulah ertinya kasih, pemberiannya tiada bersyarat & pemberiannya tidak mengharapkan apa-apa balasan jua.
Saya lebih rela menjadi sang mentari yang menjadikan siang menjelma dan membiarkan sang burung terbang bebas di langit biru & pastinya sang mentari sentiasa ada untuk sang burung.
Sedangkan sang burung...apakah sentiasa ada di langit biru untuk sentiasa bersama sang mentari?
Namun, sang mentari sentiasa ada, itulah makna kesetiaan.
Biarpun apa jua yang berlaku, biarpun disakiti, biarpun dilukai hatinya, namun ia akan tetap setia menunggu.
Sang rembulan akan berseri dengan kerdipan beribu bintang di langit & akan menjadi pujaan setiap insan yang berkasih.
Namun ia keluar, hanya pabila sang rembulan bersinar terang sahaja.
Dan pabila siang menjelma & rembulan tiada sinarnya,
maka sang bintang pun akan turut melarikan diri.
Dan hanya akan muncul kembali pada malam menjelma.
Namun, manusia sering terlupa apabila terpandangkan sang rembulan.
Dari manakah sang rembulan dapat sinarnya?
Tentunya sinar sang rembulan hanyalah pantulan cahaya daripada sang mentari jua dan sang mentari rela menenggelamkan dirinya agar malam menjelma
dan sang rembulan dapat dipuja.
Inilah erti pengorbanan.


← Older / ♥ back up ♥ / Newer →
Liaa Amaliah